Artikel Lepas



Jawa timurku, Indonesiaku
DEP
            Jawa Timur adalah sebuah provinsi di bagian timur Pulau Jawa, Indonesia. Ibukota terletak di Surabaya. Luas wilayahnya 47.922 km², dan jumlah penduduknya 37.476.757 jiwa (2010). Jawa Timur memiliki wilayah terluas di antara 6 provinsi di Pulau Jawa, dan memiliki jumlah penduduk terbanyak kedua di Indonesia setelah Jawa Barat. Jawa Timur berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Selat Bali di timur, Samudra Hindia di selatan, serta Provinsi Jawa Tengah di barat. Wilayah Jawa Timur juga meliputi Pulau Madura, Pulau Bawean, Pulau Kangean serta sejumlah pulau-pulau kecil di Laut Jawa dan Samudera Hindia(Pulau Sempu dan Nusa Barung).
            Jawa timur adalah salah satu nama provinsi di Indonesia yang memiliki sejarah dan daerah wisata yang sangat menawan. Dengan penduduk yang ramah dan bersahaja serta nrimo, menjadikan jawa timur sebagai provinsi yang damai, tentram dan nyaman untuk ditinggali atau sekedar berwisata menikmati hari libur.
            Pesona keindahan jawa timur sudah ada sejak jaman Majapahit masih berdiri dan memerintah di tanah Jawa. Pemandangan alamnya yang menakjubkan, masyarakatnya yang masih  melestarikan budaya tradisional (tingkepan (upacara usia kehamilan tujuh bulan bagi anak pertama), babaran (upacara menjelang lahirnya bayi), sepasaran (upacara setelah bayi berusia lima hari), pitonan (upacara setelah bayi berusia tujuh bulan), sunatan, pacangan.), kekeluargaan yang masih sangat kental, tepo seliro, gotong royong, dan masih banyak hal positif lainnya yang menjadi ciri khas Jawa timur yang tersohor hingga manca negara.


Sejarah Jawa Timur
            Kehidupan awal yang ada di Jawa Timur dimulai pada thun 760 SM, tepatnya di Dinoyo Malang, ditemukannya satu bukti nyata peradaban manusia yang hidup di Jawa Timur. Lalu pada tahun 1222-1292 diperkuat dengan pemerintahan Ken Arok di Kerajaan Singosari. Di bawah pemerintahan Ken Arok, Singosari berhasil merebut wilayah Kediri dari Tanggul Ametung, Tumapel dan masih banyak lagi wilayah lainnya. Inilah dasar pemerintahan awal yang berada di Jawa timur, yang berlanjut dengan adanya pemerintahan Majapahit  dan Singasari. Inilah cikal bakal adanya pemerintahan yang terorganisir dengan adanya sistem pemerintahan terpimpin.
            Saat ini Jawa timur merupakan satu dari delapan Provinsi tertua yang didirikan dua hari setelah proklamasi Kemerdekaan RI tahun 1945, yaitu ketika pada tanggal 19 Agustus 1945 Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia — atau Panitia Kemerdekaan — memutuskan untuk membagi wilayah Republik Indonesia menjadi delapan propinsi yang masing-masing dipimpin oleh seorang gubernur. Sekalipun pelantikan para gubernur di delapan propinsi itu bukan dilakukan pada tanggal 5 September 1945. Namun masih banyak teka teki yang masih belum terjawab akan apa dan bagaimana pemerintahan tersebut dijalankan.
Dalam sejarah pertumbuhan pe­merintah RI di Jawa Timur, Surabaya merupakan kota yang pertama kali mencatat riwayat sebagai pusat peme­rintahan daerah yang dapat menja­lankan perannya baik ke dalam mau­pun ke luar. Ketika pemerintah daerah RI di Surabaya sedang mengonsoli­dasikan usaha-usaha pemerintahan ke dalam, banyak persoalan dengan bala tentara Jepang yang harus diselesaikan dengan jalan perundingan. Hal serupa juga harus dihadapi dengan wakil-wa­kil tentara Sekutu. Pembentukan pemerintahan dae­rah Keresidenan Surabaya itu menim­bulkan sengketa dengan pihak Jepang yang beranggotakan 32 orang dan di­pimpin oleh Cak Doel Arnowo, Bambang Suparto dan Dwidjosewojo, ma- sing-masing sebagai ketua I, II, dan III. Walau Jawa Timur sudah memiliki pemerintahannya sendiri namun Jepang masih ikut andil dalam semua sistem pemerintahan yang disusun serta dilaksanakan.
Barulah pada tanggal 12 Oktober 1945, Gubernur R.M.T.A Surjo, yang sebelumnya merupakan residen dari karisidenan Bojonegoro, tiba di Kota Surabaya. Dengan cepat beliau menyusun staf gubernur yang antara lain terdiri dari Cak Doel Arnowo, Ruslan Abdul Gani, Mr. Dwidjosewoyo, Bambang. Namun lagi-lagi pemerintahan ini tidak berjalan dengan mulus, dengan banyaknya pemberontakan yang terjadi dimana-mana membuat pemerintahan saat itu kocar kacir dan merubah keadaan menjadi siap berperang.
Benarlah dugaan Gubernur R.M.T.A. Surjo, yang sedang mengadakan rapat di Guber- nuran pada tanggal 25 Oktober 1945, didatangi oleh dua perwira Inggris utusan Brigjen AWS Mallaby. Mereka me­maksa gubernur menghadap ke kapal perang Sekutu, yang saat itu berlabuh di pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Sudah barang tentu permintaan ini ditolak tegas. Penolakan ini ternya­ta kemudian berkelanjutan dengan pendaratan pasukan Sekutu dan Be­landa/NICA dengan maksud untuk merebut kekuasaan di kota Surabaya. Keadaan inilah yang kemudian mem­bakar pecahnya perang besar 10 No­vember 1945 di Surabaya, suatu pe­ristiwa yang kini diperingati sebagai Hari Pahlawan. Pada pagi hari itu pasukan Sekutu, yang diwakili Inggris, dengan peralat­an lengkap, tank dan mortir dan didu­kung pula oleh pesawat-pesawat uda­ra menyerang kota Surabaya. Per­tempuran besar-besaran yang melan­da kota Surabaya memaksa Gubernur Suryo, atas saran Tentara Keamanan Rakyat (TKR) untuk memindahkan kedudukan pemerintahan daerah ke Mojokerto. Sementara pertempuran-pertem­puran untuk mempertahankan kemer­dekaan terus berlangsung, Pemerintah Daerah Jawa Timur terus mengadakan konsolidasi dan pembenahan admi nistrasi pemerintahan. Namun berhu­bung keadaan di wilayah Kediri sema­kin mencekam, kedudukan pemerintah daerah terpaksa dipindahkan lagi ke kota Malang pada bulan Februari 1947. Di kota ini pulalah dari tanggal 25 Februari sampai 6 Maret 1947 dise­lenggarakan Sidang Pleno ke-5 Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) di gedung yang sekarang ini dikenal de­ngan Gedung Sarinah.
Semua ini berlanjut dengan kesadaran pemerintah Belanda yang tidak mungkin mengembalikan kekuasaannya seperti sebelum PD II (perang dunia kedua) sudah tidak mungkin lagi. Akhirnya pemerintah belanda melancarkan aksi lain dengan membentuk suatu negara-negara kecil didalam susunan pemerintahan NKRI. Negara-negara yang dibentuk adalah Negara Madura pada tanggal 20 Pebruari 1948, Negara Jawa Timur pada tanggal 26 November 1948, serta 24-28 Desember 1948 terbentuklah Negara Indonesia Timur. Pembentukan negara-negara ini dilandaskan pada pengepungan Belanda pada NKRI, dan sayangnya hal ini diperkuat dengan adanya pemberontakan besar-besaran yang dilakukan oleh PKI di Madiun pada tanggal 18 September 1948. NKRI yang semakin melemah, membuat Belanda dapat dengan mudah melancarkan Agresi militer II pada tanggal 19 Desember 1948. Pada peristiwa inilah seluruh jajaran kepemimpinan NKRI, termasuk pemimpin pemerintahan Jawa Timur, ditangkap dan ditahan.
Aksi Militer II Belanda berakhir dengan tercapainya Persetujuan Roem- Royen tanggal 7 Mei 1949 yang isinya antara lain mengembalikan Presiden dan Wakil Presiden RI ke Yogyakarta pada tanggal 6 Juli 1949. Sebagai kelanjutan dari R-R State­ments itu, maka dari tanggal 23 Agustus sampai 2 November 1949, di Denhaag diadakan Konferensi Meja Bundar (KMB) yang menghasilkan Piagam Pengakuan Kedaulatan Negara Repu­blik Indonesia Serikat (RIS) oleh Kera­jaan Belanda. Di Amsterdam pengaku­an kedaulatan tersebut dilaksanakan oleh Ratu Juliana kepada Wakil RIS Mohammad Hatta, dan di Jakarta di­lakukan antara Wakil Tinggi Mahkota „ Belanda Dr. Lovink kepada Wakil RIS Sultan Hamengku Buwono IX pada tanggal 27 Desember 1949.
Kehadiran Negara Jawa Timur su­dah tak dapat dipertahankan lagi. Ka­rena itu pada tanggal 13 Januari 1950 Wali Negara Jawa Timur mengajukan permintaan kepada Pemerintah RIS supaya menyelenggarakan pemerin­tahan Negara Jawa Timur. Sebagai ke­lanjutannya maka pada tanggal 19 Ja­nuari 1950 Wali Negara Jawa Timur menyerahkan mandatnya kepada Pemerintah RIS. Selanjutnya pada tang­gal 25 Februari 1950 dalam resolusi bersama yang diambil oleh DPR Negara Jawa Timur dan Pemerintah Negara Jawa Timur diputuskan bahwa mulai hari itu daerah Negara Jawa Timur se­cara resmi dinyatakan sebagai bagian wilayah negara Republik Indonesia Perkembangan di Jawa Timur menjadi pendorong yang amat kuat bagi rakyat “Negara Madura” untuk me­nuntut pembubaran negara itu. Setelah mengalami pergolakan-pergolakan po­litik yang cukup keras, maka pada tanggal 28 Januari 1950 Wali Negara Madura menyerahkan kekuasaannya kepada DPR Madura Sebagai kelanjutannya maka satu bulan kemudian pejabat wali negara melaporkan situasi di Madura kepada Pemerintah RI di Yogyakarta dan me­mohonkan keputusan bahwa Madura sudah menjadi wilayah RI. Tetapi ka­rena Surat Keputusan tidak segera diterima, pada tanggal ,4 Maret 1950 dikirim delegasi menemui Gubernur Jawa Timur, yang melahirkan surat ke- putusan Gubernur Jawa Timur No. 24/ A/50 tanggal 7 Maret 1950 dan ke­mudian Surat Keputusan Presiden RIS nomor 110 tanggal 9 Maret 1950 yang menetapkan Madura sebagai daerah keresidenan Republik Indonesia.
Namun sebelumnya, pada tanggal 4 Maret 1950 Pemerintah Pusat me­netapkan pembentukan Propinsi Jawa Timur dengan Undang-undang Nomor 2 tahun 1950. Berdasarkan UU tersebut, wilayah Propinsi Jawa Timur meliputi tujuh keresidenan: Surabaya, Ma­lang, Besuki, Kediri, Madiun, Bojone­goro, dan Madura; 29 kabupaten, 8 kota besar/kecil, 138 kewedanaan, 514 kecamatan dan 8.306 kelurahan, de­ngan jumlah penduduk seluruhnya 18.027.303 jiwa. Pada perkembangan selanjutnya, pemerintahan Gubernur Militer Jawa Timur dihapuskan sesuai dengan Pe­rintah Kepala Staf AD tanggal 30 Juni 1950 Nomor 338/KSAD/I.H. 50 dan Instruksi No. 48/KSAD/Inst. 50 Interad tanggal 24 Juli 1950. Kemudian di­terbitkan pula Surat Keputusan Men­teri.
Pada tahun 1963 Jawa Timur men­catat pergantian gubernur dari Suwon­do Ranuwidjojo kepada Mohammad Wijono. Ketika itu penyelenggaraan pemerintahan di daerah masih belum stabil berhubung masih dalam tahap penyempurnaan melalui berbagai per- undang-undangan. Di samping itu Par­tai Komunis Indonesia mulai mening­katkan agitasinya yang mencapai kli­maksnya dengan peristiwa G-30-S/ PKI pada tahun 1965. Keadaan pemerintahan daerah di Jawa Timur menjadi semakin tidak me­nentu sesudah peristiwa G-30-S/PKI. Hal ini disebabkan antara lain oleh ada­nya sejumlah aparat pemerintahan daerah dan anggota DPRD yang secara langsung maupun tidak langsung ter­libat dalam peristiwa berdarah terse­but. Akibatnya sejumlah jabatan da­lam pemerintahan daerah menjadi ko­song. Pada tahun 1967 terjadi pergantian di pucuk pemerintahan. Brigjen Mo­hammad Wijono sebagai Gubernur Ke­pala Daerah Tingkat I digantikan oleh R.P. Mohammad Noer sebagai Pe­mangku Jabatan Gubernur Kepala Dae­rah Tingkat I, yang dari tahun 1971 hingga tahun 1976 menjadi gubernur definitif Ketika Mohammad Noer menjadi Pemangku Jabatan Gubernur Kepala Daerah, situasi keamanan di daerah Jawa Timur diguncang oleh “PKI Gaya Baru” yang memiliki basis pertahan­annya di Blitar Selatan.
Setelah aksi pengacauan PKI Gaya Baru ini berhasil ditumpas menjelang akhir tahun 1968, barulah keadaan membaik. Bersamaan dengan dicanang­kannya Repelita I oleh pemerintah Orde Baru, Jawa Timur mulai mengisi lem- baran-lembaran sejarahnya dengan pembangunan di segala bidang. Bah­kan berkat prestasinya di bidang pem­bangunan, Jawa Timur tampil sebagai satu-satunya propinsi di Tanah Air yang pertama kali dianugerahi Pataka Parasamnya Purnakarya Nugraha oleh Pe­merintah Pusat. Jika Jawa Timur dikenal sebagai daerah yang paling ” kaya” dengan gejo­lak, hal ini tampaknya menunjukkan dinamisme yang dimiliki oleh masya­rakatnya. Setelah Gubernur Moham­mad Noer digantikan oleh Soenandar Prijosoedarmo (1976-1983), dan selan­jutnya Wahono (1983-1988), lalu Sularso (1988-sekarang), Jawa Timur tetap tampil sebagai salah satu propinsi yang mencatat pertumbuhan ekonomi ter­tinggi. Dan prestasi ini terbukti dalam kemampuannya meraih penghargaan paling terhormat di bidang pemba­ngunan tersebut empat kali berturut-tu­rut, dari Pelita I sampai Pelita IV.
Penduduk
            Jumlah penduduk Jawa Timur pada tahun 2010 adalah 37.476.757 jiwa, dengan kepadatan 784 jiwa/km2. Kabupaten dengan jumlah penduduk terbanyak di provinsi Jawa Timur adalah Kabupaten Malang dengan jumlah penduduk 2.446.218 jiwa, sedang kota dengan jumlah penduduk terbanyak adalah Kota Surabaya sebanyak 2.765.487. Laju pertumbuhan penduduk adalah 0,76% per tahun (2010).
Mayoritas penduduk Jawa Timur adalah Suku Jawa, namun demikian, etnisitas di Jawa Timur lebih heterogen. Suku Jawa menyebar hampir di seluruh wilayah Jawa Timur daratan. Suku Madura mendiami di Pulau Madura dan daerah Tapal Kuda (Jawa Timur bagian timur), terutama di daerah pesisir utara dan selatan. Di sejumlah kawasan Tapal Kuda, Suku Madura bahkan merupakan mayoritas. Hampir di seluruh kota di Jawa Timur terdapat minoritas Suku Madura, umumnya mereka bekerja di sektor informal. Sedangkan untuk Suku Tengger, yang konon adalah keturunan pelarian Kerajaan Majapahit, tersebar di Pegunungan Tengger dan sekitarnya. Suku Osing tinggal di sebagian wilayah Kabupaten Banyuwangi. Orang Samin tinggal di sebagian pedalaman Kabupaten Bojonegoro.
Selain penduduk asli, Jawa Timur juga merupakan tempat tinggal bagi para pendatang. Orang Tionghoa adalah minoritas yang cukup signifikan dan mayoritas di beberapa tempat, diikuti dengan Arab; mereka umumnya tinggal di daerah perkotaan. Suku Bali juga tinggal di sejumlah desa di Kabupaten Banyuwangi. Dewasa ini banyak ekspatriat tinggal di Jawa Timur, terutama di Surabaya dan sejumlah kawasan industri lainnya.
Bahasa yang digunakan juga beragam; Jawa, Madura, Osing, Bali dan masih banyak lainnya. Bahasa Jawa yang digunakan cenderung lebih blak-blakkan, langsung, dan tanpa adanya tata bahasa yang jelas seperti umumnya bahasa jawa lainnya. Namun mayoritas penduduknya menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa sehari-harinya.
            Agama yang dianut diJawa sangat beragam--Kristen, Hindu, Katolik, Budha--  walaupun Islam adalah agama mayoritas yang dianut penduduk Jawa Timur. Keanekaragaman suku di Jawa Timur menjadi landasan untuk keanekaragaman penyebaran agama yang dianut.
Penduduk Jawa Timur umumnya menganut perkawinan monogami. Sebelum dilakukan lamaran, pihak laki-laki melakukan acara nako'ake (menanyakan apakah si gadis sudah memiliki calon suami), setelah itu dilakukan peningsetan (lamaran). Upacara perkawinan didahului dengan acara temu atau kepanggih. Masyarakat di pesisir barat: Tuban, Lamongan, Gresik, bahkan Bojonegoro memiliki kebiasaan lumrah keluarga wanita melamar pria, berbeda dengan lazimnya kebiasaan daerah lain di Indonesia, dimana pihak pria melamar wanita. Dan umumnya pria selanjutnya akan masuk ke dalam keluarga wanita. Untuk mendoakan orang yang telah meninggal, biasanya pihak keluarga melakukan kirim donga pada hari ke-1, ke-3, ke-7, ke-40, ke-100, 1 tahun, dan 3 tahun setelah kematian.
KESENIAN dan BUDAYA
            Kesenian Jawa Timur banyak menggambarkan tentang suku, agama, adat istiadat, hingga ragam penduduk. Kesenian yang paling terkenal di Indonesia adalah Ludruk, Reog, Remo, parikan, jaran kepang, ketoprak, wayang uwong, tari gambyong, tari srimpi, tari bondan, macan kadhuk, singo wulung, dan kelana.            
            Sedangkan untuk kebudayaan dan adat istiadat Suku Jawa di Jawa Timur bagian barat menerima banyak pengaruh dari Jawa Tengahan, sehingga kawasan ini dikenal sebagai Mataraman; menunjukkan bahwa kawasan tersebut dulunya merupakan daerah kekuasaan Kesultanan Mataram. Daerah tersebut meliputi eks-Karesidenan Madiun (Madiun, Ngawi, Magetan, Ponorogo, Pacitan), eks-Karesidenan Kediri (Kediri, Tulungagung, Blitar, Trenggalek) dan sebagian Bojonegoro. Seperti halnya di Jawa Tengah, wayang kulit dan ketoprak cukup populer di kawasan ini.
Kawasan pesisir barat Jawa Timur banyak dipengaruhi oleh kebudayaan Islam. Kawasan ini mencakup wilayah Tuban, Lamongan, dan Gresik. Dahulu pesisir utara Jawa Timur merupakan daerah masuknya dan pusat perkembangan agama Islam. Lima dari sembilan anggota walisongo dimakamkan di kawasan ini.
Di kawasan eks-Karesidenan Surabaya (termasuk Sidoarjo, Mojokerto, dan Jombang) dan Malang, memiliki sedikit pengaruh budaya Mataraman, mengingat kawasan ini cukup jauh dari pusat kebudayaan Jawa: Surakarta dan Yogyakarta.
Adat istiadat di kawasan Tapal Kuda banyak dipengaruhi oleh budaya Madura, mengingat besarnya populasi Suku Madura di kawasan ini. Adat istiadat masyarakat Osing merupakan perpaduan budaya Jawa, Madura, dan Bali. Sementara adat istiadat Suku Tengger banyak dipengaruhi oleh budaya Hindu.
Masyarakat desa di Jawa Timur, seperti halnya di Jawa Tengah, memiliki ikatan yang berdasarkan persahabatan dan teritorial. Berbagai upacara adat yang diselenggarakan antara lain: tingkepan (upacara usia kehamilan tujuh bulan bagi anak pertama), babaran (upacara menjelang lahirnya bayi), sepasaran (upacara setelah bayi berusia lima hari), pitonan (upacara setelah bayi berusia tujuh bulan), sunatan, pacangan.
PARIWISATA
Jawa Timur memiliki sejumlah tempat wisata yang menarik. Salah satu icon wisata Jawa Timur adalah Gunung Bromo, yang dihuni oleh Suku Tengger, dimana setiap tahun diselenggarakan upacara Kasada. Daerah pegunungan Malang dan Batu dikenal sebagai kawasan wisata alami yang banyak terdapat tempat peristirahatan, seperti daerah "Puncak" di Jawa Barat. Demikian pula daerah pegunungan di perbatasan Pasuruan-Mojokerto, seperti Prigen, Tretes, dan Trawas. Wisata alam lainnya di Jawa Timur adalah Taman Nasional (4 dari 12 Taman Nasional di Jawa), Kebun Raya Purwodadi di Purwodadi, Pasuruan, dan Taman Safari Indonesia II di Prigen.

https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSWd9VR5RFywZt9PtM4_fH1F96uGcCJp3zbdAYp9o0wOiLB-2Y Gunung Bromo
https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTUMYBw6do0D5De2UZ2jYD6uUGkC2E_zuuinDugObTzxpp1SB-BoQ Gunung Bromo
https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTheqyDFeGfELXVcH1ifOnnEFMaQNlicBMkXrvsV_svfJ4BxgkPlA Suku Tengger di Gunung Bromo
https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQbfUeskXqafJVe7-ntuVa-3uMWdZ9-Y0_UsF7EQ7TxKWEpo5sU6w https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQyRvnxeZ9rmTcEQw4fTFAdOiW2UH6BgO1GyV2LAJ8niEU7TZlG https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcT6tNp2Pk1KkADLAx9nLh9ONYMNpVMv4wDaqaqM3BZ9xYzzU9X- 
Kebun raya purwodadi
Jawa Timur juga terdapat peninggalan sejarah pada era klasik. Situs Trowulan di Kabupaten Mojokerto, dulunya merupakan pusat Kerajaan Majapahit, terdapat belasan candi dan makam raja-raja Majapahit. Candi-candi lainnya menyebar di hampir seluruh wilayah Jawa Timur, di antaranya Candi Penataran di Blitar. Di Madura, Sumenep merupakan pusat kerajaan Madura, dimana terdapat Keraton Sumenep, museum, dan makam raja-raja Madura (Asta Tinggi Sumenep).
http://wisatadimalang.weebly.com/uploads/1/1/3/6/11367743/2469060_orig.jpg
Candi Badut
http://tujuanpariwisata.com/wp-content/uploads/2013/03/Candi-Kidal.jpg
Candi Kidal
Jawa Timur dikenal memiliki panorama pantai yang sangat indah. Di pantai selatan terdapat Pantai Prigi,Pelang, dan Pantai Pasir Putih di Trenggalek, Pantai Popoh di Tulungagung, Pantai Ngliyep dan tempat wisata buatan seperti JATIM PARK 1,jatimpark II,BNS,eco green park di Malang, dan Pantai Watu Ulo di Jember. Di pantai utara terdapat Pantai Tanjung Kodok di Kabupaten Lamongan, kini telah dikelola dan dikembangkan oleh Pemkab Lamongan menjadi kawasan Wisata Bahari Lamongan (WBL)masyarakat JAWA TIMUR sering menyebutnya Jatim Park II yang sebenarnya Jatim Park II itu sendiri di malang, Pantai Kenjeran di Surabaya, dan Pantai Pasir Putih di Situbondo. Danau di Jawa Timur antara lain Telaga Sarangan di Magetan, Bendungan Sutami di Malang, dan Bendungan Selorejo di Blitar.
http://www.tanjungpapuma.com/wp-content/uploads/2010/02/atol2.jpg?w=150
Pantai puma
https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSvOwCIeJrQjEZ3T-Z9yNkxpyrUdg_AXAAYIuVf6yTp_4cgh6ty7A
Jatim Park
http://www.wisatajawatimur.com/wp-content/uploads/2013/03/banner1.jpg
http://kkcdn-static.kaskus.co.id/images/2013/02/15/3580397_20130215094914.jpg
Pantai
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidWiWtNNGad196u4On5SxTbLJBk9c-UdXNoQg8jDhvjWr9mzJ2EgsbATw02ax6fOrHyQCsnuxKFtEu6w_m5pxlrBnQgGbyo5Nb8z_87uaxL4V-bi91CgmDSxYhLeG8-NdBybDsfR0sLJ8/s1600/balekambang.jpg
Pantai Balekambang
Kawasan pesisir utara terdapat sejumlah makam para wali, yang menjadi wisata religi para peziarah bagi umat Islam. Lima dari sembilan walisongo dimakamkan di Jawa Timur: Sunan Ampel di Surabaya, Sunan Giri dan Maulana Malik Ibrahim di Gresik, Sunan Drajat di Paciran (Lamongan), dan Sunan Bonang di Tuban. Di kawasan pesisir utara ini juga terdapat gua-gua yang menarik: Gua Maharani di Lamongan dan Gua Akbar di Tuban, Gua Gong yang berada di Kabupaten Pacitan. Makam proklamator Soekarno terdapat di Kota Blitar.
http://wisatamelayu.com/id/img/wisata/p47c62fad3ee66.jpg
Makam sunan Bonang

http://zenatravelindo.com/upload/news/mah.jpg
Gua Maharani Lamongan
Surabaya merupakan pusat pemerintahan dan pusat bisnis Jawa Timur, dimana terdapat Tugu Pahlawan, Museum Mpu Tantular, Kebun Binatang Surabaya, Monumen Kapal Selam, Ampel Denta, Tunjungan, dan Kya-Kya. Jatim Park di Batu dan Wisata Bahari Lamongan merupakan miniatur Jawa Timur, yang juga merupakan wisata edukasi.
Di Bojonegoro terdapat wisata Kahyangan Api yaitu api abadi yang sudah ada sejak ratusan tahun,dimana pada waktu PON XV Tahun 2000 diambil api PON dari sini,selain itu juga terdapat Wana Wisata Dander, dan Waduk Pacal di Kabupaten Bojonegoro.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihKv6eFcGxj_QQArFpQtgVTe-a5g9Z_l_DwgHGQypYh85YDFhiI6Rs_9oUaZyX_nTbYCdxUH2S1dnTg_V0AIgRLVrT_sctdyzSuNL32BhgZyPMPt9bxRjO17auFl8ZwFrVv-Xr7LJVDEI/s400/kayangan+api+Bojonegoro.jpg
Kahyangan api
Image
Wisata Pantai WBL, Lamongan
http://www.flixya.com/files-photo/a/b/e/abeedeen-2385603.jpg
Waduk Pacal, Bojonegoro
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4xsZNrEfoeqUCN8gYsbxjledbk7yVI59QfjzeYLRQsTxhLzF7sntxBDZoM1JpKgj7JJz7dmtMGc5Ut-9wNRgPz00o1EPvQRC1uOoDNuwWndc-Sox-ymKlCaHEX2Qw0VzWKwosMX1ds9I/s1600/C360_2012-08-21-14-02-17.jpg
Pantai Popoh TulungAgung
http://wisatamalang.com/wp-content/uploads/2012/11/ngliyep.jpg
Pantai Ngliyep
MAKANAN KHAS
Makanan khas Jawa Timur di antaranya adalah rawon dan rujak petis. Surabaya terkenal akan rujak cingur, semanggi, lontong balap, sate kerang, dan lontong kupang. Kediri terkenal akan tahu takwa, tahu pong, dan getuk pisang. Madiun dikenal akan nasi pecel madiun dan sebagai penghasil brem. Kecamatan Babat, Lamongan terkenal akan wingko babat nya. Malang dikenal sebagai penghasil keripik tempe selain itu Cwie Mie dan Bakso juga merupakan kuliner khas daerah ini. Bondowoso merupakan penghasil tape yang sangat manis. Gresik terkenal dengan nasi krawu, otak-otak bandeng,bonggolan dan pudak nya. Sidoarjo terkenal akan kerupuk udang dan petisnya. Dan Ngawi merupakan penghasil Tempe Kripik. Blitar memiliki makanan khas nasi pecel. Buah yang terkenal asli Blitar yaitu Rambutan. Banyuwangi terkenal dengan sego tempong dan makanan khas campurannya yaitu rujak soto dan pecel rawon.Tuban terkenal dengan legen dan buah siwalan serta makanan khasnya yaitu Sego Becek dan Kare Rajungan "Rhemason" yang terkenal pedas-nya. Jember mempunyai penganan khas berbahan tape yaitu suwar-suwir, proll tape yang sangat manis. Jagung dikenal sebagai salah satu makanan pokok orang Madura, sementara ubi kayu yang diolah menjadi gaplek dahulu merupakan makanan pokok sebagian penduduk di Pacitan dan Trenggalek.
http://ilhamrsd.files.wordpress.com/2011/02/rawon-nasi.jpg
Nasi Rawon
https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQAbqSjppy55aRK0VroOSyscKSpWU7REDlYwQkQHfaErHNW-Cdq
Lalapan nasi Jagung
http://resepspesial.com/wp-content/uploads/2013/08/Resep-Masakan-Soto-Ayam-Khas-Jawa-Timur.jpg Nasi Soto
https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQINX18rWWUR_J2-QPnF4c_z7hyY2fv4UmYkwd_nNtpOJVp6zpxOA Lontong Kupang
http://nyimasfitri.files.wordpress.com/2013/08/photo1161.jpg Rujak Cingur
http://berita.beritajatim.com/brt437238879.jpg Sate
http://us.123rf.com/400wm/400/400/photosoup/photosoup1209/photosoup120900001/15095656-nasi-pecel-is-a-javanese-rice-dish-served-with-mix-vegetables-and-peanut-sauce.jpg Pecel
http://www.infomakan.com/wp-content/uploads/2013/02/photo-18.jpg Tahu tek
http://yogyakarta.panduanwisata.com/files/2012/08/gatot.jpg Gatot
https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSi5RiBw906Vow1JtQ23RqZ8mE_Ciq9jlyfB3AEJP2GQn586daW Tiwul
http://hidayatadi.files.wordpress.com/2012/09/img_6762.jpg Botok sembukan
http://assets.kompas.com/data/photo/2011/07/14/2159252620X310.JPG Lalapan Wader
http://prili.student.umm.ac.id/files/2010/09/image.tempointeraktif.com_.jpg dawet
http://us.images.detik.com/content/2011/12/01/482/AYCEWedangAngsleCTT.jpg Wedang Angsle
http://ghiboo.com/assets/modules/article/images/big/wedang-bajigur-4f0fe666162e2.jpg Wedang Bajigur
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiasKpW50rvQ3uB1jVy6_ZeW23LHSxkVvTfEah_4EDvJ0YhsmQiVtlTEAD28MovYmY8TjpGF1K2cQVTmFI-hVaSQ2isfioCUM2v12auXcslDc2MoPdiA5TpLVqey0eM7yaL6Mnwcaljj099/s320/Ginger-Tea-600x398.jpg Wedang Jahe
https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQcFJ5E-9GethMcGE9llNUFheJh5dwJLz4ssgFm5Z6xOUH8eQER Legen Tuban
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgbelyAzPjFATN1PH59araf5MNEQWYWljP81AqHZF3wuU33dYxWl_yeAahp5E0DZpwhTFjdkidHvSxHIW810LfrInQudsndc8MIf4eale7CdyrHd2UY22dOLB119kigAZtxV0IXE-WOBF85/s320/Siwalan01-729050.jpg siwalan
http://kulineryuk.files.wordpress.com/2011/10/img01259-20111022-20351.jpg
Ronde



TRANSPORTASI
            Transportasi di Jawa timur terbagi menjadi tiga. Darat, laut dan udara. Semua alat transportasi sangat mudah ditemukan dimanapun dan dapat mengjangkau disuluruh penjuru wilayah Jatim.

Transportasi darat

Jawa Timur dilintasi oleh jalan nasional sebagai jalan arteri primer, di antaranya jalur pantura (Anyer-Jakarta-Surabaya-Banyuwangi) dan jalan nasional lintas tengah (Jakarta-Bandung-Yogyakarta-Surabaya). Jaringan jalan tol di Jawa Timur meliputi jalan tol Surabaya-Gempol dan jalan tol Surabaya-Manyar. Saat ini tengah dikembangkan jalan tol trans-Jawa, di antaranya jalan tol Surabaya-Mojokerto-Kertosono-Madiun-Mantingan, jalan tol Gempol-Malang-Kepanjen, jalan tol Gempol-Probolinggo-Banyuwangi, serta jalan tol dalam kota Surabaya: tol lingkar timur dan tol tengah kota. Jembatan Suramadu yang melintasi Selat Madura menghubungkan Surabaya dan Pulau Madura telah selesai pembangunannya dan kini telah dapat digunakan.
Kota-kota di Jawa Timur dihubungkan dengan jaringan bus antarkota. Bus dengan Surabaya-Tuban-Semarang, Surabaya-Madiun-Yogyakarta, Surabaya-Malang, Surabaya-Kediri, dan Surabaya-Jember-Banyuwangi, umumhya beroperasi selama 24 jam penuh. Rute dengan jarak menengah dilayani oleh bus antarkota yang berukuran lebih kecil, seperti jurusan Surabaya-Mojokerto atau Madiun-Ponorogo. Rute dengan jarak jauh seperti Jakarta, Sumatera, dan Bali-Lombok umumnya dilayani oleh bus malam. Terminal Purabaya di Waru, Sidoarjo adalah terminal terbesar di Indonesia.
Setiap kabupaten/kota di Jawa Timur juga memiliki sistem angkutan kota (angkot) atau angkutan perdesaan (angkudes) yang menghubungkan ibukota kabupaten dengan daerah sekitarnya. Di Surabaya angkutan seperti ini dikenal dengan sebutan lyn atau bemo. Taksi dengan argometer dapat dijumpai di Surabaya-Gresik-Sidoarjo, Malang, Jember, Madiun dan Kediri. Sebagai alternatif taksi, di Surabaya terdapat angguna (angkutan serba guna), yang menggantikan helicak (di Jakarta disebut bajaj) sejak tahun 1990-an. Bus kota dapat dijumpai di Surabaya dan Jember. Becak adalah moda angkutan tradisional yang dapat dijumpai hampir di setiap wilayah, meski di sejumlah tempat dilarang beroperasi. Belakangan, terdapat becak bermesin yang dikenal dengan sebutan bentor (Jawa: becak montor = becak bermotor).

Kereta api

Sistem perkeretaapian di Jawa Timur telah dibangun sejak era kolonialisme Hindia-Belanda. Jalur kereta api di Jawa Timur terdiri atas jalur utara (Surabaya Pasar Turi-Semarang-Jakarta), jalur tengah (Surabaya Gubeng-Yogyakarta-Jakarta), jalur lingkar selatan (Surabaya Gubeng-Malang-Blitar-Kertosono-Surabaya), dan jalur timur (Surabaya Gubeng-Jember-Banyuwangi). Jawa Timur juga terdapat sistem transportasi kereta komuter dengan rute Surabaya-Sidoarjo-Porong, Surabaya-Lamongan, Surabaya-Mojokerto, Madiun-Kertosono, dan Malang-Kepanjen.

Transportasi laut

Pelabuhan Internasional Hub Tanjung Perak adalah pelabuhan utama yang berada di Surabaya. Pelabuhan berskala nasional di Jawa Timur meliputi Pelabuhan Gresik di Kabupaten Gresik, Pelabuhan Tanjung Wangi di Kabupaten Banyuwangi, Pelabuhan Tanjung Tembaga di Kota Probolinggo, Pelabuhan Pasuruan di Kota Pasuruan, Pelabuhan Sapudi di Kabupaten Sumenep, Pelabuhan Kalbut di Kabupaten Situbondo, Pelabuhan Sapeken di Kabupaten Sumenep, Pelabuhan Paiton di Kabupaten Probolinggo, Pelabuhan Bawean di Kabupaten Gresik, serta Pelabuhan Kangean di Kabupaten Sumenep
Jawa Timur memiliki sejumlah pelabuhan penyeberangan, di antaranya Ujung-Kamal (menghubungkan Surabaya dengan Pulau Madura) dan Pelabuhan Ketapang (menghubungan Banyuwangi dengan Gilimanuk, Bali), Pelabuhan Kalianget (menghubungkan Madura dengan kepulauan), serta Pelabuhan Jangkar di Situbondo.

Transportasi udara

Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo menghubungkan Jawa Timur dengan kota-kota besar di Indonesia dan luar negeri. Bandara umum lainnya adalah Bandara Abdul Rachman Saleh di Kabupaten Malang, Bandara Noto Hadinegoro di Kabupaten Jember, Bandara Iswahyudi di Madiun, Bandar Udara Blimbingsari di Kabupaten Banyuwangi, serta Bandar Udara Trunojoyo di Kabupaten Sumenep.
IKLIM
            Jawa Timur memiliki iklim tropis basah. Dibandingkan dengan wilayah Pulau Jawa bagian barat, Jawa Timur pada umumnya memiliki curah hujan yang lebih sedikit. Curah hujan rata-rata 1.900 mm per tahun, dengan musim hujan selama 100 hari. Suhu rata-rata berkisar antara 21-34 °C. Suhu di daerah pegunungan lebih rendah, dan bahkan di daerah Ranu Pani (lereng Gunung Semeru), suhu bisa mencapai minus 4 °C,yang menyebabkan turunnya salju lembut.




            Indonesia adalah negara bahari yang sangat indah. Tidak hanya Jawa timur yang memiliki pemandangan memukau untuk kita kunjungi, namun banyak tempat lainnya yang tidak dapat diungkap dengan kata-kata.
            Inilah sekelumit tentang Jawa Timur (Jatim) tercintaku. Mungkin masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki, namun lumayanlah........Terimakasih buat yang sudah membaca. Semoga apa yang saya tulis bisa bermanfaat. Kalau ada wisatawan yang minta diantarkan monggo, saya siap mengantarkan.
            Saya sebagaipenulis meminta maaf jika ada salah kata, tempat, bahkan peristiwa. Maklumlah tulisan ini saya buat hanya dengan modal membaca beberapa literatur yang saya kagumi, sehingga menghasilkan rasa ingin tahu untuk terus membaca dan menuliskan kembali sesuai fersi yang saya fahami. Sekali lagi mohon maaf.










DAFTAR PUSTAKA:
Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur:Profil Propinsi Republik Indonesia, Jawa Timur ,Jakarta, desember 1992, hlm. 1-10



Comments

Popular posts from this blog

语法

latihan soal

汉子